<< Sebelumnya Halo, berjumpa lagi dengan saya, Narator #1. Ah, ini? Tidak, saya tidak apa-apa. Saya tidak banyak tampil di cerpen ini. Setidaknya seharusnya saya membacakan narasi cerita ini, tapi, jiwa anak muda memang semaunya sendiri, ya. Hahaha. Ehem! Ya, pokoknya sekarang saya yang akan membawakan cerita ini. Setidak-tidaknya satu part ini. Saya juga diperbolehkan untuk menarasikan cerita ini dengan satu syarat; gak boleh banyak basa-basi. Setelah saya siuman, saya disambut oleh orang yang mengaku sebagai teman dari pelaku pemukulan saya. Tidak lama kemudian, dia menyampaikan syarat itu ke saya. Awalnya saya ragu, tapi, setelah saya pikirkan kembali, sepertinya tidak ada salahnya mencoba lagi. Ya, kan? Hahaa... ( Grrrr- ) ha... ( rrrrr!!) Ehem! Ka-kalau begitu, kita lanjutkan saja ceritanya. Sepulang sekolah, Andini yang sudah membuat janji untuk bertemu dengan Melati sedang merapikan dan memasukan buku-bukunya ke dalam tas. Wajahnya terlihat cemas, seakan sedang m...