Postingan

Hari Biasa

Hari itu hari Kamis. Aku menjalani hari-hari sekolahku di SMA tempatku belajar seperti biasa. Aku belajar, istirahat, makan, kembali belajar, istirahat lagi, beribadah yang kemudian dilanjut dengan makan, belajar, dan akhirnya pulang ke rumah. Tidak ada hal istimewa yang terjadi selama aku berada di sekolah waktu itu, namun, tanpa alasan yang aku sendiri mengerti, aku merasa kepalaku sangat berat, aku merasa begitu mengantuk. Setelah semua aktivitas sekolah itu, aku merasa sangat kelelahan sampai-sampai di tempat parkir yang tidak diisi begitu banyak motor, aku lupa motorku yang mana. Akhirnya, aku pun ingat dan tanpa begitu memedulikan kondisiku yang seperti itu, aku pun pulang sambil menahan beratnya kelopak mataku.

[Cerpen] deViant #1: AKU NPC

Segerombolan orang-orang yang berada di depanku saat ini adalah mereka yang biasa disebut dengan sebutan “Player”. Sedangkan kami, orang-orang yang tiada hentinya melayani kebutuhan mereka biasa disebut dengan “NPC”. Dan dunia ini adalah dunia kedua mereka, sedangkan bagi kami ini adalah satu-satunya dunia yang bisa kami tinggali. Berbeda dengan mereka, kami tidak memiliki kemauan kami sendiri. Kami bahkan tidak merasa membutuhkan hal yang disebut dengan “kemauan sendiri” ini.  Kami hanya bertindak sesuai atas kehendak pencipta kami, para developer. Mereka adalah yang maha mengatur kami, menciptakan kami sehingga kami hidup di sini untuk melayani para player. Meski mereka adalah pencipta, tidak satupun di antara kami ada yang meninggikan mereka seperti apa yang para player lakukan pada pencipta mereka di dunia mereka yang pertama.  Kami diciptakan untuk melayani, menghidupi, dan menyediakan segala hal yang mereka perlukan demi menjalani petualangan penuh warna mereka...

Review Telat #4: [Game] 育てて日本人形 / Sodatete Nihon Ningyo (Japanese Doll)

Gambar
Boneka Terkutuk yang Sayang Orang Tuanya Tau Tamagocchi? Tau Pou? Sekarang bayangin kalo pou itu boneka yang sengaja atau ngga lo pungut dan lo kasih nyawa yang sekarang udah janji bakal terus bersama-sama sama lo. Lucu, ya? Sampe lo sadar kalo ternyata boneka yang lo pungut itu dikutuk dan kutukan itu bisa ngebunuh lo. Ya, lebih kurangnya begitulah game yang diterjemahin jadi Japanese Doll  di PlayStore  ini. Game android ini lagi ngetren-ngetrennya di sosmed, karna katanya, game ini terkutuk. Emang ada unsur horror di game ini sih. Tapi, terkutuk? Meh. Ngga lah. Kalo iya, gak mungkin rating game ini sampe 4.3 dari 5 bintang (terakhir gue liat) begitu. Dan game nya sendiri juga surprisingly  sebenernya  story-based . Tapi, karna mayoritas pemainnya bukan Japanese  dan/atau gak ngerti bahasa Jepang, jadi, dikit yang paham apa sebenernya di balik game ini. Dan game ini punya 4 ending . 3 di antaranya bisa diakses lewat pilihan yang muncul di pertengahan ga...

Review Telat #3: [Anime] Death Parade Eps. 12 [Finale]

Gambar
「スーサイド・ツアー」 Juri Rasa Manusia BEST ANIME SERIES THIS SEASON!! FIXED!! Dan dari episode 1 gue udah nebak bakal ngeliat satu hal itu di akhir serial ini. Pasti! Dan hal itu adalah  Decim senyum . Review secara keseluruhan anime ini dulu deh (Gue berusaha biar gak keliatan  over-excited ). Opening sequence, lagu opening-nya, Ending sequence,  lagu endingnya, plotnya, karakternya, perkembangan karakternya, semuanya punya nilai A. To be expected,  sih dari produksi MADHOUSE. Episode 1 sampe 12 ini, gak ada satu pun yang ngecewain gue. Semua mainin perasaan dan ekspektasi gue. Dan semuanya lulus atau bahkan lebih dari harapan gue. Gak ada minus sama sekali. Ini berlian diantara lautan arang dan batu-batuan di dunia anime. Death Parade Fix jadi nomor 1 dari Top 5 Anime di musim ini buat gue. Dan nomor kesekian dari Top 10 Anime  of all time gue. Elemennya, semuanya perfect.  Dan finale  kaya gini pun memuaskan dan bisa gue terima. Meski, ya... gue ...

Review Telat #2: [Anime] Log Horizon 2 Eps. 24

Gambar
「常蛾の眠り」 Tembok 30 Detik Di saat kita sangat memerlukan sesuatu, terkadang sesuatu itu justru semakin sulit untuk didapatkan. Terutama kalau sesuatu itu adalah memakai antena gedung siaran di Shibuya untuk berkomunikasi dengan Travelers  di bulan. Rahasia  Elder Tale makin terkuak abis datengnya penjelasan dari Roe2. Meskipun, ya, bahkan Roe2 sendiri gak terlalu ngerti dan gak ngerti cara jelasinnya ke Shiroe sama para Adventurer  lainnya. Yang Roe2 tekenin dalem suratnya juga cuma tentang  Beta Server  di bulan yang jadi tempat tinggal para Traveler. Dan kemungkinan dengan cara begitu Adventurer bisa pulang ke dunia nyata. Dan Shiroe yang dibebanin tanggung jawab ini. Atau seenggaknya dia ngerasa terbebani sama persoalan ini. Di mana sebagian besar Adventurer makin bosen, gak tahan sama Elder Tale, dan mau pulang ke dunia nyata. Dan belom masalah ini selesai, muncul lagi masalah lain. Nah, makin mumet, kan, kepalanya Shiroe.

Review Telat #1: [Anime] Death Parade Eps. 11

「メメント・モリ」 Apa Bedanya!? Paragraf pertama ini gak penting. Bisa silahkan lanjut baca paragraf kedua buat review anime-nya. "Woy! Apa-apaan nih? Kok tiba-tiba nge-review anime gini? Dari episode 11 pula." Ehem... yea... berhubung blog ini makin sepi pengunjung dan makin sepi postingan, gue putusin buat bikin series baru buat blog ini selain cerpen sama journal, "Late Review"*. Kenapa "Late"? Karna gue nonton anime,baca manga, baca buku nunggu yang udah diterjemah ke Indonesia. Terutama anime. Kalo ditanya "kenapa" lagi, ya... just a matter of   personal preferences . Yah, harusnya emang gue mulai dari episode 1 review nya dan maunya sih juga begitu, tapi since  ini blog pribadi gue dan gak ada pihak luar yang nyuruh-nyuruh, badan males ini baru mau gerak sekarang. Dan untuk kali ini, penggeraknya adalah episode 11 anime paling favorit gue musim ini, Death Parade .

reWRITE [Epilogue]

<< Sebelumnya Epilogue

reWRITE [Part 7]

<< Sebelumnya “’ Kematian harus dibayar dengan kematian lainnya’ , iya, kan? Aku rela mati demi kebahagiaanmu.” “Tidak! Tidak, aku-... aku tidak mungkin bahagia tanpamu!” “Kau berhasil memutar waktu hanya untuk ini, kan? Dan jika memang akulah bayarannya, aku akan menerimanya. Karna aku sayang kamu, Winar.” Winar sangat tidak sanggup melihat kepergian calon istrinya yang ia sayangi itu. Di saat Winar mencoba menahan air matanya yang mengalir deras di pipinya, wanita itu berkata kepada Winar, “Berjanjilah padaku, Winar. Jagalah ibumu baik-baik. Karna itu yang menjadi alasanmu untuk memulai ini semua. Dan jangan sesali kepergianku. Ya?” Senyumnya.

Toki no Kami [Short Version]

Muto Tokio adalah seorang pria muda yang imajinatif. Pandangannya terhadap dunia berbeda dengan orang pada umumnya. Angan-angan yang menghantui pikirannya juga terbilang tidak wajar di telinga orang jika diutarakan dengan keras olehnya. Suatu pagi dalam perjalanan ke sekolahnya, Muto yang sedang melamun tanpa sadar mengutarakan keinginannya untuk bisa menghentikan waktu. Dan di saat yang bersamaan, suatu zat tak terlihat mendengar keinginannya dan tersenyum sambil tertawa kecil.

Bad News on reWRITE and Project: Isolation

Part 7 reWRITE sama Chapter I Project: Isolation bakal gua tunda ampe gua bebas... Gak, bukan. Gua gak lagi ada di penjara... mungkin... MUNGKIN ini emang agak kayak penjara. Gua belom pernah curhatin ke blog ini, tapi gua masuk UI. Jadwal gua bahkan sebelom gua resmi belajar di sini padat banget. Dari nyanyi rame-rame, ampe ospek semuanya padat. Bayangin, sebelom belajar aja udah dikasih tugas semobil  container . Jadi buat hobi, harus gua tunda ampe September. Ampe semuanya agak entengan. Gua juga gak mau panjang lebar sekarang.  Sekian dari gua.  Bye.

reWRITE [Part 6]

<< Sebelumnya Halo, berjumpa lagi dengan saya, Narator #1. Ah, ini? Tidak, saya tidak apa-apa. Saya tidak banyak tampil di cerpen ini. Setidaknya seharusnya saya membacakan narasi cerita ini, tapi, jiwa anak muda memang semaunya sendiri, ya. Hahaha. Ehem! Ya, pokoknya sekarang saya yang akan membawakan cerita ini. Setidak-tidaknya satu part ini. Saya juga diperbolehkan untuk menarasikan cerita ini dengan satu syarat; gak boleh banyak basa-basi. Setelah saya siuman, saya disambut oleh orang yang mengaku sebagai teman dari pelaku pemukulan saya. Tidak lama kemudian, dia menyampaikan syarat itu ke saya. Awalnya saya ragu, tapi, setelah saya pikirkan kembali, sepertinya tidak ada salahnya mencoba lagi. Ya, kan? Hahaa... ( Grrrr- ) ha... ( rrrrr!!) Ehem! Ka-kalau begitu, kita lanjutkan saja ceritanya. Sepulang sekolah, Andini yang sudah membuat janji untuk bertemu dengan Melati sedang merapikan dan memasukan buku-bukunya ke dalam tas. Wajahnya terlihat cemas, seakan sedang m...

Sedikit Sejarah reWRITE dan Project: Isolation

Seperti yang udah bisa kalian liat dan rasakan, blog random gua udah gua jadiin tempat postingan "cerpen" gua. Kenapa "cerpen" nya gua tanda kutip? Karna kayanya "cerpen" gua udah kaga bisa dikategoriin cerpen lagi. Karna "cerpen"nya kepanjangan! Dulu judul cerpen (males pake tanda kutip lagi) ini cuma Rewrite . Tapi suatu hari, gua iseng browsing Visual Novel dalam rangka nyoba-nyoba baca VN, gua nemu VN berjudul sama, Rewrite . Meskipun plotnya beda jauh, gua entah kenapa takut kena copyrights ... jadi, di Rewrite Part 3 (kalo kaga salah) gua coba cari judul baru. Niat awal gua, nyari judul satu kata laen yang masih ada hubungannya sama Time Travel,  tapi, karna gua takut ada judul lain di luar sana yang sama lagi, gua putusin buat sekedar nge- stylize  judul yang udah ada jadi reWRITE yang sekarang. Kenapa kaga gua stylize jadi ReWrite aja sesuai sama nama aplikasi di ceritanya? Karna gua lupa... Nah, itu sejarah perubahan judul.

reWRITE [Part 5]

<< Sebelumnya Terus, Guntur buka software itu. Dan semacem panduan pemakaian muncul. " Welcome to ReWrite 2. " “Wooh, yang ini lebih bagus User Interface nya! Ada suara pemandunya juga. Keren!” “Gun... itu gak penting sekarang.” “Ehem! Maap.” “We will rewrite what can't be rewritten. Which includes your CD-R, DVD-R, and many more stuff that couldn't ever be rewritten. But, our specialty is to   rewrite your past” “Lu kaga tau betapa skeptiknya gue saat baca tiga kata terkhir itu tadi, Din.” “Mm.” “’Mm’ doang?” “Lagian mau bilang apaan? Aku juga gak percaya. Aku sendiri belom pernah muter waktu, Gun.” “A-Ah. Ya udah kalo gitu.” “ To rewrite your past, simply put the date you want to back to and click the GO button and go to sleep. Then, your senses will be sent to the past for you to rewrite your own history. Easy, right? "

reWRITE [Part 4]

<< Sebelumnya Beberapa jam lalu "Wednesday, 26th April 2042!!! (menekan GO dengan semangat) Haaaah~ haaaah~ sekarang... gue... haaah~ cuma perlu tidur... haaah~ HAAAAH!!!! BEGO! BEGO! BEGO!” Terus, gue tidur. Gue... masih gak percaya sama omong kosong kakek gue. Tapi, cuma ini pilihan selain ngebiarin kepergian Melati. Akhirnya… bentar… ini… “ Ini pernah kejadian!” Spontan gue lompat dari tempat tidur gue. Gue akhirnya sadar kalo gue selama ini udah muter ulang waktu berkali-kali demi nyelamatin Melati. Tapi usaha gue selalu berujung nol. Karna tiap kali gue puter ulang waktu, gue ilang ingatan kalo gue dateng dari masa depan dan semua jadi gak ada gunanya. Tapi kali ini… gue inget. Dan gue harus gunain kesempatan ini buat ngubah arah cerita. “Itu sebabnya gue ke sini nemuin lu. Gue inget Melati punya temen main pas dia di SMP dan dia deket sama temennya itu. Dan temennya itu adalah lu, Din.”

reWRITE [Part 3]

<< Sebelumnya Apa dia dari...? "Gimana, Mel? Dia mau ikut gak?" "Aah~ Dia mah mana mungkin mau. Ahaha" "Haha. Berarti sesuai rencana dong?" "Yaap~" "Tapi... kamu bener gak apa-apa?" "Din... aku datang dari tempat berbeda dari kalian. Tugasku di sini, ya... untuk ini." "... Aku masih agak gak ngerti, Mel. Tapi kamu keliatannya serius banget, jadi aku gak punya pilihan lain selain percaya sama kamu." "Hehe terima kasih, Andini." "Mmm... kalo kamu bukan Melati, lalu Melati sekarang ada di mana?" "Melati mu aman ada di dunia ku." "... mmm... Gimana caranya dia ke sana? Gimana caranya dia ke sini lagi?" "Semua bergantung bagaimana jalannya rencanaku. Sejauh ini bagus. Dan semoga, Guntur yang ini bukan Guntur yang sudah tahu masa depan kita." "... Semoga. Tapi kalo ternyata dia itu Guntur dari masa depan?" "... Guntur ya...

Hari Ini Pengumuman

Gambar
SMAN 102 Jakarta Tanggal 19 Mei kemaren, sekolah gua ( tuh, logonya di atas. bikinan gua tuh. ) ngadain perpisahan siswa/siswi kelas 12, atau bahasa gaulnya Tasyakur Nikmat (kalo kaga salah). Acaranya biasa, kaga terlalu mewah, sederhana, karna nyesuain sama kondisi hadirinnya. Acara dimulai jam 8 A.M. ( biar keren ), gua berangkat nebeng ama orang tua gua naik mobil. Kebetulan adek gua termasuk panitia pelaksana jadi dia kaga ikut berangkat bareng gue, tapi nginep di rumah temennya biar nyampe TKP kaga telat dan masih bisa beres-beres. Beberapa sambutan membosankan dan beberapa lagu wajib kemudian, tibalah saatnya untuk... makanan. Mulai jam 8 selesai jam 12 kurang. Waktunya kaga lama-lama amat, tapi semuanya seneng. Udah pada bisa ketemu pas liburan. Dengan keanggunan cewek-cewek dan kebayan mereka dan kegagahan para cowok dengan jas mereka ( kecuali gua, gua kaga gagah, justru menggelikan ). Semuanya pun pulang ke rumah masing-masing abis ngambil beberapa foto sama temen-teme...

reWRITE [Part 2]

<< Sebelumnya 5 hari kemudian. "Gun, kamu masih gak mau sekolah?" "..." "... Gun, ibu ngerti perasaan kamu. Tapi kamu gak boleh begini terus." "... Ibu... bisa keluar kamarku sebentar, gak? Guntur... lagi mau sendiri." "... “ Ibu, pun keluar dari kamar gue. Gue... gak tau kenapa, ngerasa bersalah sama apa yang udah nimpa temen gue. Gue seakan-akan udah tau apa yang bakal kejadian. Gue... udah tau, tapi... gue... gue lupa...? Terus, ada yang ngetok pintu kamar gue. "... Bu, udah Guntur bilangin, Guntu-" "Iya. Tapi ini ada kiriman paket dari kakekmu." "Ha... ? ...” Pelan-pelan gue yang kebingungan ini bangun dari kasur. "Paketnya ibu taro sini, ya?" "Y-ya, bu." Gak lama abis ibu tinggal, gue buka pintu kamar gue dan gue ambil paket itu. Paketnya cuma satu flash drive sama semacem catetan dari kakek gue.

reWRITE [Part 1]

reWRITE Gunis, begitu panggilannya. Siswa SMA yang bernama asli Guntur Iskandar ini adalah seorang siswa terpandai di kelasnya. Mengapa tidak terpandai di sekolahnya? Melati Intan Permata Ani, teman dekatnya lah yang menyandang gelar itu. Melati, atau bisa juga disebut MIP karna kebiasaan Gunis yang suka menyingkat-nyingkat nama (panggilan Gunis juga datang dari dirinya sendiri), sudah berteman lama sejak mereka berada di taman kanak-kanak. Istilah berteman atau bermusuhan tidak begitu cocok menggambarkan hubungan mereka. Istilah yang tepat mungkin adalah Friendly Rival . Sejak mereka TK yang mereka lakukan hanyalah bersaing satu sama lain. Namun, tidak pernah di antara mereka ada yang menggunakan kecurangan sebagai jalan pintas mencapai puncak yang ingin mereka ra- CUKUP BASA-BASINYA!!! *narator pingsan dipukul makhluk antah berantah* *saya bukan narator* *saya hanya membantu proses jalannya- LU JUGA!!! *...ampun* Cih! Udeh. Kenalin Gue Gunis. Gue yang bakal gantiin narator...

Beware of The Cat Lady

Kalo lu seorang pecinta kucing kaya gua, lu bakal ngerasain dilema tinggal di perumahan yang gua tinggalin sekarang. Karna disini tempatnya sisi positif dan negatif seorang Cat Lover. Sisi positifnya, ya, jelas. Di sini banyak yang namanya kucing dari yang dideketin sedikit langsung kabur sampe yang dielus dikit minta nambah. Nah, ada sisi negatif yang mungkin bisa dibilang positif juga, atau sisi positif yang bisa dibilang negatif... ? Anyways, di sini juga bakal banyak Cat Lovers lain yang bakal nemenin lu. Ya, meskipun kebanyakan pecinta kucing itu jarang keluar rumah. Nah, yang mau gua omongin sekarang itu seorang wanita pecinta kucing yang levelnya over 9000!!!! Yaitu seorang Cat Lady.

Hampir Amnesia

Kejadiannya udah hampir 6 bulan lalu, kayanya. Gua gak inget tanggalnya, tapi gua inget waktu itu hari Kamis. Hari itu, seperti biasa gua ngejalanin hari-hari gua di sekolah. Belajar, istirahat, makan, belajar, istirahat, sholat, makan, belajar, pulang (versi cepetnya). Hari itu kerasa cepet banget sih, tapi kaga ngerti kenapa, kepala gua kerasa berat pas gua di parkiran ngambil motor gua buat akhirnya pulang. Gak peduli gimana beratnya kepala gua waktu itu, gua tetep naik motor pulang ke rumah sambil nahan mata gua yang hampir gak bisa dibuka. Di jalan, jujur, gua ngerasa kepala gua udah mulai enteng lagi. Yah, meskipun mata masih kiyep-kiyep, seenggaknya udah lebih gampang ditahan. Nah! Waktu itu, di tempat yang lumayan deket lumayan jauh dari rumah gua, ada jalan yang ancur gak karuan, becek, batu mulu pula, udah macem track off-road buat balapan moto-cross. Waktu itu gua belom tau jalan alternatif dan gua juga udah biasa lewat situ. Jadi, apa buat boleh, lanjutlah gua lewat ja...